7hb July 201
10 Ramadhan
Janji itu memutar sejuta harapan dan menghunus seribu impian dalam perjalanan menuju hadapan. Sering bertanya harga janji seorang manusia sesama manusia, serapuh daun layu atau sekental badai lautan.
"Jangan di pegang janji manusia, kerna mereka tidak sempurna."
Tapi aku juga manusia, hidup di kalangan manusia, pernah mengucap janji pernah memungkiri janji, adakah kata-kata aku nilai tiada kerna aku manusia, sedangkan aku sendiri mahu janji yang diberi ditepati.
"Kejar janji yang pasti, janji dari yang Maha Esa."
Janji itu adalah pasti, juga aku dan semua tidak lari dari apa yang dijanjikan. Jangan persoalkan janji yang ditulis Pencipta segala, kerna dia Maha mengetahui segalanya.
Tapi cerita aku tentang manusia yang mengukir janji dan memungkiri janji. Hidup seorang lebih baik hidup dalam hutan, sendirian tanpa perlu berjanji janji, ini hidup berjuta teman berjuta pemikiran masing-masing saling berkejaran dalam kehidupan.
Semua tidak pasti pernah berjanji, tapi adakah semua janji yang diberi mereka penuhi tepati. Memang tidak berniat untuk memungkiri, tapi pasti tak pernah berfikir tentang janji yang diberi, hanya ikut sedap rasa kemudian hari sesal sendiri tak terkata. Manusia tetap manusia ciptaan yang sempurna, diberi nafsu sebagai dugaan untuk menuju ke kesempurnaan. Relavenkah alasan "ketidaksempuraaan" itu digunakan, sedangkan akal fikiran yang mengorak arah tujuan. Nasfu menjadi ikutan dan terciptanya janji dari manusia yang di topengkan syaitan.
"Berfikir sejenak lebih baik dari bertindak terus"
Manusia dipacu oleh pemikiran dan disertakan dengan tindakan, jika di tepikan fikiran yang tinggal pasti nafsu yang ditemankan syaitan. Sejenak berfikir mengikut iman dan panduan sebelum ucap kata-kata penuh makna dan janji tanpa sempadan. Tak salah berjanji tapi salah kerna memungkiri. Tak boleh sila jauhi, kalau boleh sila tepati. Janji itu dan ini semudah melangkah kaki, memenuhi kata janji pasti sukar tanpa kaki untuk melangkah.
"Sila janji jika pasti boleh tepati, jangan berjanji jika tahu ia akan menyakiti."
07072014-AbuGarcia-Ramadhan

No comments:
Post a Comment